Alergi Dingin saat Beraktivitas? Ini 4 Cara Mengatasinya

  Jumat, 17 November 2023 | 07:29 WIB
   Team Prosix
ep30.1.jpg

Alergi dingin, atau sering disebut sebagai biduran, memiliki istilah medis urtikaria. Seseorang yang memiliki alergi dingin akan menunjukkan reaksi alergi saat terpapar suhu dingin di bawah 4 derajat celcius. Salah satu bentuk reaksi alergi yang akan muncul adalah kulit ruam kemerahan, gatal, dan membengkak dengan bentuk dan ukuran yang tidak teratur. Sayangnya, seseorang mungkin tidak sadar jika suhu mulai menurun saat ia sibuk beraktivitas di luar ruangan. Jika hal ini tidak segera diatasi, rasa tidak nyaman biasa pada kulit bisa berisiko menjadi lebih parah. Berikut ini adalah cara mengatasi alergi dingin saat sibuk menjalankan aktivitas penting.

Proses Tubuh Terkena Alergi Dingin

Tubuh manusia memiliki zat kimia bernama histamin yang berfungsi untuk memberi sinyal saat ada ancaman dari luar. Namun dalam kondisi sistem imun tertentu, histamin diproduksi untuk merespons rangsangan yang sebenarnya tidak berbahaya. Suhu yang relatif dingin bagi orang normal bisa dibaca sebagai bahaya bagi pemilik alergi dingin. Pada banyak kasus, reaksi dari alergi dingin bisa dikendalikan dengan beberapa cara. Meskipun belum ditemukan obat yang mampu menyembuhkan total, menghindari pemicu alergi adalah cara paling efektif.

Sebagian orang mengalami alergi dingin karena terpapar langsung oleh air dingin saat berenang, misalnya. Namun ada juga yang merasakan gejala biduran meski hanya ada di ruangan ber-AC dalam waktu tertentu. Sehingga pemicu dan tingkat keparahan urtikaria sangat berbeda untuk setiap orang.

Cara Mengatasi Biduran Saat Sibuk

Dalam situasi yang tidak terduga, alergi dingin bisa saja terjadi jika pemilik alergi dingin tidak begitu sadar akan suhu di sekitarnya. Apalagi jika aktivitas yang dilakukan menyita konsentrasi yang cukup tinggi. Saat biduran tidak terhindarkan, lakukan beberapa hal ini untuk mengatasinya.

1. Obat Antihistamin

Menjadi cara paling aman sekaligus efektif untuk mengatasi biduran saat sibuk adalah dengan mengonsumsi obat alergi. Sudah banyak obat alergi dengan sifat antihistamin yang dijual bebas. Namun untuk memastikan kamu telah memilih produk yang sesuai, konsultasi dengan dokter sangat disarankan. Sehingga akan jauh lebih baik jika kamu membawa obat alergi ke mana pun sebagai bentuk pertolongan pertama pada reaksi alergi dingin. Bentuk tablet dengan kemasan satuan menjadi populer karena praktis masuk dalam tas kecil sekalipun.

2. Mengoleskan Minyak Kelapa atau Aloe Vera

Alergi dingin yang umumnya ditandai dengan biduran bisa sangat mengganggu jika kulit cenderung kering dan sensitif. Perlu dipahami bahwa menggaruk atau menggosok biduran justru dapat memperparah gejala yang timbul. Sehingga selain minum obat, kamu juga bisa meminimalisir terjadinya infeksi kulit dengan meningkatkan kelembapannya. Caranya dengan mengoleskan lotion anti gatal atau yang memiliki kandungan oatmeal tinggi, minyak kelapa, dan/atau aloe vera. Langkah ini akan membantu menenangkan kulit dan mengurangi rasa gatal jadi kamu bisa tetap nyaman beraktivitas.

3. Menghindarkan Diri dari Pemicu Alergi

Agar tidak memicu reaksi alergi yang lebih parah, usahakan untuk menghindari pemicu utamanya yaitu suhu dingin. Segeralah berpindah ke tempat yang lebih hangat atau menghangatkan diri dengan pakaian tambahan. Cermati juga apakah ada hal lain yang bisa memicu alergi, seperti stres, zat tertentu dalam makanan, dan lain-lain.

4. Memeriksakan Diri saat Muncul Gejala Ini

Kamu perlu segera memeriksakan diri apabila gejala alergi dingin tidak kunjung reda setelah 2 hari, bahkan setelah beberapa cara di atas dilakukan. Gejala lain yang juga perlu diwaspadai adalah adanya ruam yang terus menyebar, suhu badan meningkat atau cenderung demam, kesulitan bernapas, dan terjadi pembengkakan pada lapisan bawah kulit. Mungkin kamu akan butuh izin kerja atau sekolah untuk hal ini.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, hindari lingkungan bersuhu dingin sebisa mungkin dan antisipasi dengan obat alergi dingin. Perlu dipahami juga bahwa antihistamin bukan obat yang mampu menyembuhkan alergi sepenuhnya, namun fokus pada membantu meredakan gejalanya.

Referensi:

  1. Marissa Zeppieri. 2020. 9 Simple Tips for Managing Your Chronic Hives. Diakses pada 17 Oktober 2023 dari https://www.healthcentral.com/slideshow/simple-tips-for-managing-your-chronic-hives
  2. Allergy UK. Urticaria (Hives) and Other Skin Allergy. Diakses pada 17 Oktober 2023 dari https://www.allergyuk.org/types-of-allergies/urticaria-hives-other-skin-allergy/