Alergi Kulit: Macam-macam, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

  Senin, 13 November 2023 | 03:27 WIB
   Team Prosix
ep12.1.jpg

Saat seseorang merasakan adanya bagian kulit yang gatal, bengkak, atau kemerah-merahan secara mendadak, umumnya keluhan ini sulit diidentifikasi apa penyebabnya. Sebagian orang akan menduga bahwa itu ulah serangga atau ulat yang tidak sengaja tersentuh. Tidak jarang juga ada orang yang menduga bahwa hal tersebut adalah gejala alergi kulit. Hal yang perlu dipahami adalah alergi kulit juga memiliki beberapa macam berdasarkan penyebab dan gejala yang muncul. Simak macam alergi kulit dan cara mengatasinya di bawah ini.

Macam-macam Alergi Kulit dan Penyebabnya

1. Eksim

Jenis pertama alergi kulit adalah eksim atau dermatitis atopik yang biasanya dialami oleh anak-anak (10-20%). Gejala yang umumnya muncul adalah kulit kering, merah, iritasi, dan gatal. Pada beberapa kasus, kulit yang gatal ini akan menimbulkan gelembung kecil berisi cairan bening kekuningan. Meski sering muncul pada area lentur seperti lutut dan lipatan siku, eksim juga bisa muncul di tangan, leher, hingga wajah.

Penyebab dari eksim merupakan kombinasi dari faktor internal seperti riwayat alergi pada anggota keluarga dan faktor eksternal. Beberapa hal dari luar tubuh yang bisa memicu eksim adalah cuaca dan kelembaban ekstrim serta makanan seperti telur, susu, kacang-kacangan, dan lain-lain.

2. Dermatitis Kontak

Berikutnya ada dermatitis kontak, yaitu kondisi kulit yang iritasi akibat adanya kontak dengan pemicu alergi. Gejala yang muncul hampir sama dengan eksim, namun hanya menyerang kulit yang kontak langsung dengan zat atau benda tertentu saja yang akan gatal dan kemerahan. Hal yang memicu gejala dermatitis kontak dapat berbeda untuk setiap orang. Beberapa contoh yang umumnya menimbulkan reaksi alergi adalah zat urushiol pada tumbuhan ivy, ek, dan sumac, sarung tangan karet, produk pembersih baju dan lantai, kandungan nikel pada perhiasan, kosmetik, cat kuku, krim antibiotik, hingga bahan kimia pada sepatu.

3. Biduran

Jenis yang satu ini mungkin sering kamu dengar, yaitu biduran. Memiliki istilah medis urtikaria, gejala yang paling khas adalah munculnya ruam, gatal, dan pembengkakan kulit dengan ukuran yang beragam. Pada bagian pinggiran kulit yang bengkak, kulit berwarna merah muda hingga merah dan pucat pada bagian tengah. Rasa gatal untuk alergi jenis ini memiliki kemungkinan berpindah-pindah lokasi namun tidak sampai membuat penderitanya harus menggaruk. Meskipun begitu, sensasi gatalnya tetap mengganggu.

Penyebab biduran bisa sangat beragam, namun ada beberapa kasus umum yang sering ditemui. Di antaranya adalah makanan, zat kimia pada karet, konsumsi obat tertentu, sengatan serangga, hingga terpapar cuaca ekstrem baik dingin maupun panas.

4. Angioedema

Alergi kulit terakhir adalah angioedema, kondisi di mana terjadi pembengkakan pada jaringan kulit bagian dalam sebagai bentuk reaksi alergi. Jaringan kulit yang umumnya menunjukkan perubahan ukuran adalah mata, bibir, rongga mulut, tenggorokan, serta area sekitar wajah dan leher. Penyebab alergi ini juga hampir sama dengan ketiga jenis alergi kulit di atas. Beberapa hal yang umumnya menjadi pemicu alergi ini adalah serbuk sari, bulu atau rambut hewan tertentu, karet, cuaca ekstrem, hingga tekanan dan stres.

Angioedema ringan bisa sembuh dengan sendirinya selama beberapa hari. Namun jika dalam beberapa hari tersebut muncul reaksi alergi baru yang mengancam jiwa, seperti pembengkakan tenggorokan sehingga sulit bernapas, sebaiknya sesegera mungkin memeriksakan diri.

Cara Mengatasi Semua Jenis Alergi Kulit Tersebut

1. Menghindari Pemicu Alergi

Cara utama dan yang paling efektif dalam mengatasi berbagai macam alergi kulit adalah dengan menghindari semua hal yang menyebabkan alergi. Jika penderitanya terpaksa harus melakukan aktivitas yang memiliki resiko munculnya alergi, mengonsumsi obat untuk mencegah alergi bisa menjadi alternatif cara meminimalisir gejala.

2. Jangan Menggaruk dan Menggosok

Aturan berikutnya yang harus diikuti saat tanpa diduga terkena alergi kulit adalah dengan tidak menggaruk dan/atau menggosok kulit yang terasa gatal. Hal ini dapat menimbulkan pigmentasi abnormal pada kulit, menambah iritasi, serta memicu adanya infeksi.

3. Penggunaan Sabun dan/atau Krim Khusus

Saat mandi, gunakan sabun yang direkomendasikan oleh dokter kulit. Kemudian sesegera mungkin menggunakan krim dengan kandungan yang disesuaikan untuk meringankan gejala yang muncul. Langkah ini juga akan lebih menenangkan kulit sehingga bisa meminimalisir rasa ingin menggaruk.

4. Mendapat Pertolongan Medis

Sudah sempat disinggung di atas, penderita perlu memeriksakan diri bila muncul gejala lain yang lebih parah atau yang mampu mengancam jiwa seperti dada sesak, sulit bernapas, hingga pingsan.

5. Mengkonsumsi Obat Alergi

Saat alergi kulit tidak mampu dicegah atau terlanjur terpapar, penderita dapat mengonsumsi obat alergi yang mampu membantu meredakan gejala yang timbul. Salah satu kandungan obat alergi yang umum digunakan dan mudah diakses adalahCetirizine Hydrochloride, bahan kimia yang berperan sebagai antihistamin. Histamin sendiri merupakan zat kimia alami tubuh yang akan aktif secara otomatis saat tubuh mendeteksi adanya bahaya dan seringkali muncul dalam bentuk gejala-gejala yang disebutkan di atas. KandunganCetirizine Hydrochloride-lah yang akan me-non-aktif-kan sistem kerja histamin.

Semoga kamu sehat selaluya!

Referensi:

  1. Pat Bass. 2023.What Are Skin Allergies?. Diakses pada 8 Oktober 2023 dari https://www.verywellhealth.com/skin-allergies-4013947#toc-types-of-skin-allergies
  2. American College of Allergy, Asthma, & Immunology.Skin Allergy. Diakses pada 8 Oktober 2023 dari https://acaai.org/allergies/allergic-conditions/skin-allergy/