Daftar Alergen dalam Makanan Peringkat Teratas dan Cara Menghindarinya

  Kamis, 04 Januari 2024 | 01:59 WIB
   Team Prosix
oktep1.1.jpg

Sumber: Freepik

Bicara soal alergi terhadap makanan, perlu dipahami bahwa reaksi alergi ini dapat bervariasi dari ringan hingga parah, bahkan dapat mengancam jiwa. Alergi makanan adalah kondisi saat sistem kekebalan tubuh secara keliru menganggap suatu zat seperti protein dalam makanan tertentu berbahaya bagi tubuh. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh akan bereaksi terhadap zat makanan yang tergolong berbahaya tersebut, atau disebut alergen. Alergen dalam makanan memang akan menyebabkan reaksi alergi, yang dapat bervariasi dari ringan hingga sangat parah.

Beberapa bahaya alergen dalam makanan, salah satunya adalah gejala alergi makanan ringan yang meliputi gatal-gatal, ruam kulit, hidung tersumbat, bersin, atau mata berair. Kemudian, beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi yang lebih serius, termasuk mual, muntah, diare, sakit perut, atau kesulitan bernapas. 

Ada juga anafilaksis yang merupakan reaksi alergi makanan yang sangat serius dan dapat mengancam jiwa. Gejala anafilaksis ini dapat mencakup kesulitan bernapas, pembengkakan di wajah atau tenggorokan, penurunan tekanan darah, pingsan, dan kehilangan kesadaran. Anafilaksis memerlukan perawatan medis darurat segera, biasanya adalah melalui pemberian Epinefrin.

Mari ketahui lebih lanjut seputar daftar alergen dalam makanan peringkat teratas, dan bagaimana cara yang bisa dilakukan untuk menghindari gejala alergi.

Daftar Alergen dalam Makanan Paling Teratas

Alergi Makanan

Sumber: Freepik

Beberapa alergen dalam makanan yang umum di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Kacang-kacangan. Kacang tanah, kacang almond, kacang kenari, dan jenis kacang lainnya adalah alergen umum.
  2. Susu. Protein dalam susu sapi dan produk susu lainnya juga bisa menyebabkan reaksi alergi. Beberapa orang biasanya juga alergi terhadap susu kambing atau domba.
  3. Telur. Protein dalam telur, terutama putih telur, merupakan alergen dalam makanan yang umum, terutama pada anak-anak.
  4. Gandum. Gluten yang ditemukan dalam gandum, jelai, dan gandum hitam, dapat menyebabkan reaksi pada orang dengan celiac disease atau intoleransi gluten.
  5. Udang dan Kerang. Makanan laut, terutama udang, kerang, dan tiram, sering kali menjadi alergen dalam makanan.
  6. Ikan. Berbagai jenis ikan, seperti salmon, tuna, dan trout, juga dapat menyebabkan reaksi alergi.
  7. Kedelai. Kacang kedelai dan produk yang mengandung kedelai juga bisa menjadi alergen, terutama pada anak-anak.
  8. Buah. Ada beberapa buah yang mengandung protein yang mirip dengan protein serbuk sari. Alergi buah ini sering disebut sindrom alergi oral atau pollen-food allergy syndrome. 

Cara Menghindari Alergen dalam Makanan

Alergi Makanan

Sumber: Freepik

Menghindari alergen dalam makanan merupakan langkah penting untuk mencegah reaksi alergi yang potensial berbahaya. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu menghindari alergen dalam makanan:

1. Baca Label dengan Teliti

Langkah pertama adalah memperhatikan label makanan untuk memastikan bahwa tidak ada alergen yang tersembunyi dalam bahan-bahan atau aditif makanan. Di banyak negara, produsen makanan memang telah diwajibkan untuk mencantumkan alergen potensial pada label.

2. Pahami Berbagai Nama Alergen

Alergen sering kali dapat terdaftar di bawah nama-nama yang berbeda, misalnya susu dapat disebutkan sebagai "kasein" atau "laktosa”. Nah, pastikan kamu memahami variasi nama alergen untuk meminimalkan risiko.

3. Informasikan di Restoran

Saat kamu makan di restoran, tanyakan tentang bahan-bahan yang digunakan dalam makanan dan beri tahu staf restoran tentang alergi makanan kamu. Pastikan mereka juga memahami kebutuhan khusus kamu dan dapat memastikan makananmu bebas dari alergen dalam makanan.

4. Pilih Produk Tanpa Alergen

Pilihlah produk makanan yang secara eksplisit menyatakan bahwa mereka bebas dari alergen tertentu. Beberapa produk khusus biasanya sengaja dirancang untuk mereka yang memiliki alergi makanan. 

5. Berhati-hati dengan Makanan Olahan

Perlu dipahami bahwa makanan olahan sering mengandung bahan tambahan yang tidak jelas. Maka dari itu, berhati-hatilah dan selalu periksa label dengan cermat. Dan jika ragu, hubungi produsennya untuk memastikan bahwa makanan tersebut aman.

6. Beritahu Orang Terdekat Terkait Alergi

Jika kamu menderita alergi makanan, sangat penting untuk secara jelas mengomunikasikan alergi tersebut kepada orang-orang terdekat. Hal ini akan membantu orang lain memahami pentingnya menghindari alergen tersebut.

Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal mengalami alergi makanan yang parah, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau spesialis alergi untuk mendapatkan saran dan panduan yang tepat. Namun jika gejala alergi yang kamu alami cukup ringan, pemberian obat anti alergi yang dijual bebas mungkin bisa jadi solusi yang cepat untuk meredakan gejala alergi. Tapi selalu ingat, pastikan kamu memilih obat anti alergi yang tepat, ya!