Atasi Gejala Alergi Dingin dan Debu dengan 8 Gaya Hidup Sehat

  Rabu, 22 November 2023 | 05:26 WIB
   Team Prosix
ep55.1.jpg

Sumber Freepik

Udara dingin dan debu kerap kali menjadi biang keladi munculnya alergi yang dialami seseorang. Saat terpapar kedua alergen ini, biasanya ditandai dengan gejala bersin-bersin, batuk, pilek, hingga gatal-gatal.

Gejala alergi dingin dan debu tersebut dapat berlarut-larut terjadi jika pemicu alerginya tidak diatasi hingga tuntas. Alergi dingin bisa hilang saat suhu udara kembali normal, sementara alergi debu bisa dicegah dengan menghindari pemicunya seperti bulu hewan, debu tungau, dan serbuk sari. 

Yuk simak pembahasan singkat mengenai gejala yang ditimbulkan dari alergi dingin dan debu serta bagaimana cara tepat mengatasinya.

Gejala yang Dipicu Alergi Dingin dan Debu

Gejala yang paling sering dijumpai saat seseorang mengalami alergi dingin dan debu adalah rhinitis alergi. Rhinitis alergi merupakan penyakit alergi yang gejalanya mengganggu saluran napas atas. Gejala rhinitis alergi dapat berupa hidung tersumbat, hidung berair, hidung gatal, dan bersin-bersin. 

Pada alergi dingin khususnya, ada beberapa gejala yang perlu kamu waspadai seperti reaksi kulit seperti ruam, kemerahan, bengkak, dan gatal-gatal yang tidak nyaman. Untuk kasus alergi dingin yang serius, seseorang bisa alami reaksi sistemik seperti pingsan, pusing, dan sulit bernapas.

Pada alergi debu, gejala yang timbul mencakup peradangan pada jaringan saluran hidung karena penyumbatan oleh alergen serta memburuknya gejala asma.

Sumber: Freepik

Gaya Hidup Sehat untuk Mengatasi Alergi Dingin dan Debu

Beberapa gaya hidup sehat yang direkomendasikan untuk mencegah dan mengatasi reaksi alergi dingin dan debu seperti: 

  1. Menggunakan masker jika membersihkan rumah dan beraktivitas di luar rumah
  2. Lakukan irigasi hidung, yaitu menggunakan air garam yang disemprotkan ke hidung untuk membilas zat pemicu alergi, bakteri, dan ingus.
  3. Menghirup udara lembap, bisa menggunakan humidifier, kompres hangat di atas hidung dan mulut, atau bisa dengan menghirup uap panas dari air panas.
  4. Rutin berolahraga mulai dari intensitas ringan, seperti jalan kaki, untuk menstabilkan sistem kekebalan tubuh yang berhubungan langsung terhadap proses terjadinya alergi.
  5. Mengonsumsi makanan sehat secara teratur.
  6. Hindari kebiasaan merokok serta jauhi paparan asap rokok dan asap knalpot.
  7. Mengontrol lingkungan dengan mengurangi debu, memakai filter udara di dalam rumah, atau mengeluarkan hewan peliharaan.
  8. Istirahat yang cukup dan berkualitas.

Penanganan Medis untuk Atasi Alergi Dingin dan Debu

Penanganan rhinitis alergi sebagai reaksi alergi karena paparan dingin dan udara adalah dengan mengenali alergen atau zat pemicunya, kemudian hindari.

Untuk meredakan gejala rhinitis, kamu dapat mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasi alergi golongan antihistamin dan kortikosteroid (obat semprot atau minum). Namun jika setelah minum obat alergi kamu terpapar alergen lagi, maka gejala dapat muncul kembali.

Penanganan terkait kondisi penyakit akibat paparan dingin dan debu bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter THT. Dokter akan menelusuri riwayat alergi yang kamu alami dan melaksanakan pemeriksaan fisik, termasuk tes alergi apabila ada indikasi. 

Selain pengobatan untuk mengurangi gejala alergi karena paparan dingin dan udara, dokter juga dapat memberikan terapi yang tepat untuk menyembuhkan penderita. 

Jadi, pastikan penanganan alergi debu dan dingin yang kamu alami telah sesuai prosedur dokter atau ahli kesehatan, ya!