Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Alergi AC

  Kamis, 04 Januari 2024 | 02:04 WIB
   Team Prosix
oktep3.1.jpg

Sumber: Freepik

Alergi terhadap AC (air conditioner) ini pada umumnya berkaitan dengan paparan debu, tungau, jamur, atau kotoran lainnya yang dapat terkumpul di dalam sistem AC atau ventilasi.

Gejala alergi AC pada satu orang dengan orang lainnya bisa berbeda. Tapi penting untuk dipahami bahwa jika gejala alergi dibiarkan, tentunya alergi terhadap AC dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan dan ketidaknyamanan. Maka dari itu, sangat penting untuk menjaga kebersihan dan pemeliharaan sistem AC secara teratur, mengganti filter udara sesuai dengan petunjuk produsen, dan memastikan sirkulasi udara yang baik. 

Untuk lebih jelasnya, mari simak ulasan mengenai alergi AC di bawah ini.

Gejala-Gejala Alergi AC

Alergi AC

Sumber: Freepik

Beberapa gejala yang mungkin muncul pada orang yang alergi terhadap AC di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Batuk dan Bersin: Paparan alergen dari AC dapat memicu reaksi alergi seperti batuk, bersin, serta hidung tersumbat.
  • Mata Gatal dan Berair: Kontaminan di dalam AC juga bisa menyebabkan mata menjadi gatal, berair, atau merah.
  • Iritasi Tenggorokan: Udara yang tercemar bisa menyebabkan iritasi pada tenggorokan, terutama jika AC mengedarkan udara kotor.
  • Sesak Napas: Beberapa orang mungkin juga akan mengalami kesulitan bernapas atau napas menjadi sesak sebagai respons terhadap partikel alergen di udara.
  • Ruam atau Iritasi Kulit: Paparan alergen tertentu juga dapat menyebabkan reaksi kulit seperti ruam atau gatal-gatal.
  • Sakit Kepala atau Pusing: Paparan alergen dalam udara akan menyebabkan gejala seperti sakit kepala atau pusing pada beberapa orang.

Penting untuk diingat bahwa gejala alergi AC dapat bervariasi dari satu orang dengan orang lainnya. Kemudian, alergi terhadap AC ini juga dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan dan ketidaknyamanan yang lebih berbahaya. Selain gejala alergi seperti yang disebutkan di atas, beberapa bahaya dan dampak yang mungkin timbul akibat alergi terhadap AC melibatkan:

  • Asma: Pada seseorang yang sudah memiliki asma, paparan alergen dari AC dapat memicu atau memperburuk serangan asma, yang dapat mengakibatkan kesulitan bernapas, batuk, dan rasa sesak.
  • Infeksi Saluran Pernapasan Atas: Alergi juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan atas, seperti sinusitis atau infeksi tenggorokan.
  • Gangguan Tidur: Gejala alergi yang muncul terutama pada malam hari dapat mengganggu kualitas tidur, hingga menyebabkan gangguan tidur dan kelelahan di siang hari.
  • Gangguan Produktivitas: Apabila gejala alergi parah, maka dapat mengganggu produktivitas dan konsentrasi dalam kegiatan sehari-hari, terutama jika seseorang harus berada dalam lingkungan yang terpapar AC secara terus-menerus.

Cara Mengatasi Alergi AC

Alergi AC

Sumber: Freepik

Mengatasi alergi terhadap AC melibatkan beberapa langkah untuk mengurangi paparan alergen dan mengelola gejala-gejalanya. Nah, berikut ini adalah beberapa saran yang dapat membantu:

1. Bersihkan dan Pemeliharaan AC

  • Pastikan AC kamu dibersihkan secara teratur, termasuk juga membersihkan filter udara.
  • Ganti filter udara sesuai dengan petunjuk produsen atau jika filter udara sudah terlihat kotor.
  • Gunakan filter HEPA untuk menangkap lebih banyak partikel-partikel kecil dan alergen.

2. Jaga Kelembapan

Pastikan tingkat kelembapan di dalam ruangan tidak terlalu tinggi. Hal ini penting, karena kelembapan tinggi dapat mendukung pertumbuhan jamur. Penggunaan dehumidifier mungkin juga akan sangat bermanfaat.

3. Ventilasi yang Baik:

  • Pastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik, tujuannya adalah untuk mengurangi penumpukan polutan di dalam ruangan.
  • Pertimbangkan untuk membuka jendela, untuk memungkinkan sirkulasi udara segar.

4. Hindari Asap Rokok

Hindari merokok di dalam ruangan, karena asap rokok akan menjadi iritan dan memperburuk gejala alergi.

5. Gunakan Masker atau Penutup Wajah

Jika kamu merasa bahwa udara di dalam ruangan sangat mencemari, maka pertimbangkan untuk menggunakan masker atau penutup wajah khusus yang dapat membantu menyaring partikel udara.

6. Konsultasi dengan Dokter

Jika gejala alergi kamu parah, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau spesialis alergi untuk mendapatkan saran dan pengobatan yang sesuai. Dokter mungkin meresepkan obat anti alergi seperti antihistamin, dekongestan, atau obat alergi lainnya sesuai dengan kebutuhan.

Ingatlah bahwa setiap orang memiliki kebutuhan dan kondisi yang berbeda. Jadi, sangat penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi spesifik kamu.