Ketahui Perkiraan Biaya Tes Alergi dan Bagaimana Prosedurnya

  Jumat, 05 Januari 2024 | 01:44 WIB
   Team Prosix
oktep5.1.jpg

Sumber:Freepik

Tes alergi diperlukan untuk membantu mengidentifikasi alergen ataupun zat tertentu yang dapat menyebabkan reaksi alergi pada seseorang. Kira-kira, berapa biaya tes alergi dan seperti apa prosedurnya?

Sebelum membahas lebih lanjut seputar prosedur dan perkiraan biaya tes alergi, mari ketahui dulu apa itu tes alergi. Tes alergi adalah serangkaian prosedur medis yang digunakan untuk mengidentifikasi zat atau alergen tertentu yang dapat menyebabkan reaksi alergi pada seseorang. Tujuan dari tes alergi ini adalah untuk membantu dokter mengetahui faktor alergi tersebut, memahami respon sistem kekebalan tubuh terhadap alergen dan merencanakan perawatan yang sesuai. 

Pentingnya Melakukan Tes Alergi

Tes Alergi

Sumber:Freepik

Tentunya ada banyak alasan mengapa tes alergi penting untuk dilakukan. Tes alergi akan membantu mengidentifikasi secara spesifik yang menyebabkan reaksi alergi pada seseorang. Ini bisa melibatkan berbagai alergen, seperti serbuk sari, tungau debu, bulu hewan, makanan, dan banyak lagi.

Dengan mengetahui penyebab reaksi alergi, maka seseorang dapat mengambil langkah-langkah untuk menghindari paparan alergen, mengurangi risiko gejala, dan meningkatkan kualitas hidup. Mengetahui penyebab alergi sangatlah penting, seperti pada kasus alergi makanan yang dapat menyebabkan anafilaksis yang dapat membantu dalam mengambil langkah-langkah pencegahan serta memberikan pertolongan darurat yang sesuai jika terjadi reaksi serius.

Prosedur dan Perkiraan Biaya Tes Alergi

Tes Alergi

Sumber:Freepik

Ada beberapa jenis tes alergi yang umum dilakukan untuk menentukan alergen, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Tes Tusuk Kulit

Tes tusuk kulit (skin prick test) adalah jenis tes alergi yang paling umum dilakukan. Tahapannya adalah sebagai berikut:

  • Dokter akan menandai kulit berdasarkan jenis alergen yang akan diteteskan, lalu dokter akan meneteskan larutan yang telah dicampur dengan alergen ke kulit pasien di mana pada tahap ini, ada 10-12 alergen yang mungkin akan diteteskan berdasarkan kecurigaan alergi.
  • Tahap berikutnya adalah dokter akan menusuk area kulit yang telah ditetesi larutan tadi dengan jarum yang sangat tipis, agar alergen dapat masuk ke bawah permukaan kulit.
  • Kemudian, dokter akan mengamati tanda alergi yang mungkin muncul pada kulit. Jika ada, maka reaksi alergi umumnya akan muncul dalam 15–20 menit.

2. Tes Kulit Intradermal

Tes kulit intradermal (intradermal skin test) ini biasanya dilakukan jika ada kecurigaan alergi terhadap sengatan lebah atau antibiotik tertentu. Tes ini juga bisa disarankan apabila tes tusuk kulit pasien menunjukkan hasil negatif, namun dokter masih menduga pasien menderita alergi terhadap suatu alergen. Pada tes ini, dokter akan menyuntikkan sejumlah kecil alergen persis ke bawah kulit lengan pasien. Lalu dokter akan melakukan pemantauan selama 15 menit untuk melihat apakah terjadi reaksi alergi di area bekas suntikan.

3. Tes Tempel

Tes tempel (patch testing) biasanya dilakukan untuk mendeteksi alergen yang menyebabkan dermatitis kontak, di mana alergen itu bisa berupa logam, plastik, karet, atau krim kulit. Berikut ini adalah tahapan prosedur patch testing:

  • Dokter akan menempelkan sejumlah tempelan atau perekat ke punggung pasien, di mana masing-masing tempelan tersebut telah diberi jenis alergen tertentu yang dicurigai menyebabkan reaksi alergi pada pasien.
  • Perekat ini harus digunakan selama 2 hari, dan selama 2 hari tersebut pasien tidak dibolehkan mandi atau melakukan aktivitas yang dapat mengeluarkan keringat berlebih.
  • Setelah dua hari, pasien harus kembali ke dokter dan dokter akan melepas perekat dan memeriksa apakah ada iritasi di punggung pasien yang menandakan reaksi alergi.

4. Tes Alergi Melalui Darah

Prosedur tes alergi melalui darah pada umumnya akan berlangsung kurang dari 5 menit. Tes alergi ini akan dilakukan dengan terlebih dulu mengambil sampel darah pasien, di mana sampel darah tersebut kemudian akan dibawa ke laboratorium agar kadar imunoglobulin E pasien bisa diperiksa. Imunoglobulin E (IgE) merupakan antibodi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh. Jika memiliki alergi, sistem kekebalan tubuh akan bereaksi secara berlebihan terhadap alergen dengan memproduksi antibodi yang disebut Imunoglobulin E (IgE).

5. Diet Eliminasi

Diet eliminasi akan dilakukan untuk mendeteksi alergi makanan, di mana tes alergi jenis ini dapat dilakukan secara mandiri oleh pasien di rumah. Namun sebaiknya tetap dengan anjuran dan pengawasan dokter. Prosedur diet eliminasi ini membutuhkan waktu selama 5-6 minggu, yang terbagi ke dalam dua fase, yaitu fase eliminasi dan fase pengenalan kembali.

Itulah beberapa jenis dan prosedur tes alergi yang perlu kamu ketahui. Lantas, berapa biaya tes alergi yang perlu dibayarkan? Biaya tes alergi ini bisa berbeda-beda berdasarkan jenis tes yang diambil. Estimasi biayanya adalah antara Rp60.000-Rp1.400.000, di mana biaya pada setiap rumah sakit atau laboratorium tentunya akan berbeda-beda.

Tes alergi penting untuk dilakukan, sebab tes ini juga akan membantu dokter merencanakan perawatan yang sesuai. Misalnya dalam pemberian resep obat anti alergi seperti antihistamin, atau pengobatan lain yang diperlukan untuk mengelola gejala alergi.