Lebih Dekat Mengenal Alergi Telur dan Cara Pencegahannya

  Rabu, 22 November 2023 | 04:11 WIB
   Team Prosix
ep47.1.jpeg

Sumber: Suzy Hazelwood, pexels.com

Hampir semua orang pernah mengonsumsi telur. Konon kandungan protein dalam telur dianggap sangat baik untuk kesehatan dan bermanfaat bagi orang yang sedang melakukan diet. Tapi tahukah kamu, ternyata tidak semua orang bisa bebas mengonsumsi telur. Hal ini disebabkan karena sebagian orang memiliki alergi telur.

Apa itu Alergi Telur?

Alergi telur adalah kondisi yang menyebabkan munculnya reaksi abnormal dari sistem kekebalan tubuh terhadap protein telur. Dalam kondisi ini, sistem kekebalan tubuh alias imunitas mengenali telur sebagai zat yang bisa berbahaya bagi tubuh. Hal itu kemudian menyebabkan sistem imun mendorong tubuh untuk melepaskan zat histamin. Ini yang menjadi penyebab munculnya gejala alergi.

Pengidap kondisi ini bisa mengalami gejala ringan hingga berat. Secara umum, putih telur merupakan bagian dari telur yang paling sering menjadi pemicu alergi daripada bagian kuning telur. Alergi ini umumnya terjadi pada bayi dan akan menghilang sebelum memasuki usia remaja.

Gejala Alergi Telur

Sumber: Andrea Piacquadio, pexels.com

Gejala kondisi ini biasanya akan timbul beberapa saat hingga beberapa jam setelah pengidapnya mengonsumsi telur atau makanan yang mengandung telur. Beberapa gejala yang muncul karena alergi ini adalah:

  • Ruam kemerahan pada kulit.
  • Gatal.
  • Hidung tersumbat atau pilek dan bersin.
  • Kram perut.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit perut.
  • Diare.
  • Sesak napas yang disertai bunyi ngik.
  • Batuk.
  • Sakit dada.

Pada kondisi yang langka, alergi pada makanan ini bisa menyebabkan gejala yang berat dan mengancam nyawa (anafilaksis). Gejala yang bisa muncul, antara lain:

  • Denyut nadi cepat.
  • Bengkak pada tenggorokan.
  • Tekanan darah menurun drastis.
  • Pusing.
  • Kehilangan kesadaran atau pingsan.

Siapa Saja yang Rentan Terkena Faktor Risiko Alergi Telur?

Sumber: Rodolfo Clix, pexels.com

Terdapat beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang lebih rentan mengalami alergi, antara lain:

1. Usia

Bayi dan anak-anak lebih rentan mengalami alergi karena saluran pencernaan belum matang dan sempurna. Organ tubuh juga masih belum bisa mencerna jenis makanan tertentu dengan baik sehingga terjadi efek samping pada tubuh.

2. Riwayat Keluarga

Alergi telur bisa bersifat turun menurun. Hal ini berarti seseorang bisa mengalaminya jika terdapat anggota keluarga yang juga alergi terhadap protein yang terkandung dalam telur. Alergi turunan terjadi karena gen tertentu terwariskan pada anak dari orang tua.

3. Riwayat Alergi Lain dalam Keluarga

Tidak hanya alergi yang sama, seseorang juga bisa memiliki alergi makanan jika satu atau kedua orang tua memiliki alergi jenis lain. Contoh alerginya yaitu eksim, asma, atau rhinitis. Kondisi ini bisa berdampak pada gen anak dan menyebabkan alergi pada makanan tertentu.

Pengobatan Alergi Telur

Pengobatan alergi ini adalah dengan tidak mengonsumsi telur atau makanan yang mengandung telur. Sedangkan obat-obatan anti alergi yang bertujuan untuk mengurangi gejala yang timbul umumnya menggunakan adalah antihistamin.

Antihistamin adalah jenis obat yang dapat meredakan gejala alergi. Obat ini dapat kamu gunakan setelah mengonsumsi telur dan merasakan gejala-gejalanya. Tujuan pemakaiannya adalah untuk menghindari reaksi alergi yang berat. Bagi pengidap alergi yang parah, sebaiknya selalu siap sedia obat ini agar terhindar dari efek samping yang serius. 

Pencegahan Alergi Telur

Alergi telur bisa terjadi pada siapa saja. Hal yang perlu diwaspadai jika seseorang mengidap alergi telur adalah:

  • Teliti terhadap setiap kandungan makanan yang dikonsumsi, terutama saat makan di luar rumah. Tanyakan pada pramusaji atau juru masak mengenai kandungan telur pada menu yang akan disantap.
  • Teliti membaca label keterangan pada kemasan makanan. Pada beberapa kasus, jumlah kandungan telur yang sedikit juga dapat memicu gejala alergi.
  • Ganti telur dengan bahan pengganti lainnya yang umum digunakan untuk mengolah makanan.

Jika berbagai cara pencegahan tidak berhasil dan gejala alergi semakin parah, maka segera hubungi layanan kesehatan terdekat.