Polusi Udara Kian Parah, Siasati Dampaknya dengan Tips Ini!

  Selasa, 17 Oktober 2023 | 06:02 WIB
   Team Prosix
pu-1.jpg

Sumber: Freepik

Belakangan ini, polusi udara menjadi topik yang ramai diperbincangkan karena DKI Jakarta disebut termasuk dalam kota besar dengan tingkat polusi tertinggi di dunia. Tentu saja banyak orang merasa cemas, karena polusi udara ini membawa dampak yang sangat buruk dan merugikan.

Menurut penelitian yang terbit di International Journal of Environmental Research and Public Health pada tahun 2023, polusi udara di DKI Jakarta bahkan dikaitkan dengan lebih dari tujuh ribu dampak buruk terhadap kesehatan anak-anak, lebih dari sepuluh ribu kematian, dan lebih dari lima ribu rawat inap di rumah sakit setiap tahunnya.

Penasaran, daerah mana saja di Indonesia dengan tingkat polusi udara yang tinggi? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini, yuk!

Daftar Daerah dengan Tingkat Polusi Udara Tertinggi di Indonesia

Sumber: freepik.com

Belum lama ini, halaman Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), tepatnya pada hari Minggu (1/10/2023) pukul 07.00 WIB mengungkapkan bahwa indeks kualitas udara di Sumatera Selatan sebesar 347. 

Berdasarkan Permen LHK Nomor 14 Tahun 2020 tentang Indeks Standar Pencemar Udara, ISPU pada rentang 0-50 memiliki kualitas udara baik, rentang 51-100 berarti kualitas udara sedang, kemudian rentang 101-200 kualitas udara tidak sehat yang bersifat merugikan manusia, hewan, serta tumbuhan. Berikutnya, kualitas udara sangat tidak sehat pada rentang 201-300 bisa meningkatkan risiko kesehatan pada kelompok sensitif. Sementara itu, kualitas udara berbahaya pada rentang lebih dari 300 bisa merugikan kesehatan secara serius dan perlu penanganan cepat.

Berikut ini adalah daftar 10 provinsi dengan indeks kualitas udara terburuk di Indonesia pada Minggu, 1 Oktober 2023 pukul 07.00 WIB:

  • Sumatera Selatan: 347

  • Kalimantan Tengah: 306

  • Kalimantan Selatan: 202

  • DKI Jakarta: 176

  • Jambi: 157

  • Riau: 153

  • Kalimantan Barat: 137

  • Jawa Barat: 120

  • Banten: 102

  • Sulawesi Tengah: 95

Dampak Buruk Polusi Udara Terhadap Kesehatan

Sumber: freepik.com

Polusi udara memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan manusia, di mana paparan jangka pendek dan jangka panjang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk:

Gangguan Pernapasan

Polusi udara bisa menyebabkan gangguan pernapasan seperti batuk, sesak napas, dan iritasi tenggorokan. Ini juga bisa memperburuk kondisi seperti asma, bronkitis, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Penyakit Jantung

Paparan jangka panjang terhadap polusi udara juga bisa meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan tekanan darah tinggi.

Kanker Paru-paru

Beberapa polusi udara, misalnya senyawa kimia beracun seperti benzena dan formaldehida, dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru.

Gangguan Kesehatan Anak-anak

Anak-anak yang terpapar polusi udara juga bisa mengalami dampak serius pada perkembangan fisik dan intelektual mereka. Paparan polusi udara selama kehamilan bahkan juga dapat berdampak negatif pada janin.

Masalah Kesehatan Mental

Beberapa penelitian juga menunjukkan ada korelasi antara polusi udara dan masalah kesehatan mental, termasuk depresi, kecemasan, dan gangguan kesehatan jiwa lainnya.


Selain itu, polusi udara juga bisa berdampak pada kelompok rentan. Kelompok masyarakat yang lebih rentan seperti anak-anak, lansia, orang dengan kondisi medis kronis, serta individu dengan akses terbatas ke perawatan kesehatan, sering kali lebih terpengaruh oleh polusi udara.

Penting untuk diingat bahwa dampak polusi udara terhadap kesehatan bisa bervariasi tergantung pada jenis dan tingkat polutan udara, durasi paparan, dan faktor-faktor individu seperti usia, kondisi kesehatan, dan genetika. 

Polusi Udara Bisa Menyebabkan Alergi

Sumber: freepik.com

Polusi udara juga bisa memainkan peran dalam memperburuk gejala alergi dan menyebabkan reaksi alergi pada beberapa individu. Ini terutama berlaku untuk polutan udara seperti:

Polusi Partikulat (PM2,5 dan PM10)

Partikel-partikel halus dalam udara, seperti debu, asap, dan polutan lainnya bisa mengandung alergen seperti serbuk sari tanaman, bulu hewan, dan tungau debu rumah. Saat seseorang terpapar oleh partikel-partikel ini, maka mereka dapat memicu reaksi alergi pada individu yang rentan.

Ozon Troposferik (O3)

Ozon di tingkat rendah atmosfer, yang merupakan komponen utama dari polusi udara perkotaan, juga bisa memicu reaksi alergi. Ini akan mengiritasi saluran pernapasan dan menyebabkan gejala seperti batuk, nyeri tenggorokan, dan rasa sesak napas pada individu yang memiliki sensitivitas terhadap ozon.

Senyawa Kimia dan Polutan Lain

Polusi udara juga bisa mengandung senyawa kimia berbahaya seperti benzene dan formaldehyde, di mana paparan terhadap senyawa-senyawa ini juga bisa memicu reaksi alergi atau memperburuk gejala alergi yang sudah ada pada beberapa orang.

Polusi Udara dalam Ruangan

Selain polusi udara luar ruangan, polusi udara dalam ruangan seperti asap rokok, asap dapur, hingga jamur dalam ruangan juga bisa memicu alergi atau memperburuk gejala alergi.


Bagi kamu yang memiliki alergi yang sudah ada atau sensitivitas terhadap alergen tertentu, paparan polusi udara dapat memperburuk gejala alergi tersebut. Misalnya, pada musim alergi, ketika tingkat serbuk sari tinggi dan polusi udara juga tinggi, gejala alergi seperti bersin, gatal-gatal, dan hidung tersumbat bisa menjadi lebih buruk.

Tapi tak perlu khawatir berlebihan, karena kamu bisa mengatasi dampak polusi udara pada alergi. Simak beberapa tips di bawah ini:

  • Gunakan pengatur udara dalam ruangan atau purifier udara untuk mengurangi konsentrasi polutan dalam ruangan.

  • Hindari aktivitas di luar ruangan pada hari-hari dengan tingkat polusi udara yang tinggi.

  • Pakai masker pernapasan khusus yang dapat membantu menyaring polutan udara ketika berada di lingkungan yang terpapar polusi udara.

  • Ikuti perawatan dan rekomendasi medis dari profesional kesehatan untuk mengelola alergi dengan obat yang tepat.

Sangat penting untuk diingat bahwa alergi adalah kondisi medis yang serius. Jadi, bagi kamu yang menderita alergi jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter supaya mendapatkan perawatan dan manajemen yang tepat.