4 Cara Tes Alergi Susu Sapi pada Bayi, Simak di Sini!

  Rabu, 01 November 2023 | 07:06 WIB
   Team Prosix
ep22.2.jpg

Sumber: freepik.com

Pernahkah kamu mencari tahu tentang cara tes alergi susu sapi pada bayi? Hal ini penting supaya setiap asupan yang diberikan pada si kecil benar-benar membawa manfaat optimal, dan tidak membawa efek buruk untuknya.

Seperti yang diketahui banyak orang, susu sapi memiliki kandungan yang luar biasa baik untuk tumbuh kembang anak. Setelah melewati masa ASI eksklusif, si kecil bisa mulai menambah ragam asupan nutrisinya, salah satunya dengan susu sapi.

Kenali Ciri-Cirinya Terlebih Dahulu

Sumber: freepik.com

Pada bayi sebenarnya ada beberapa gejala yang sering sekali muncul dan bisa kamu kenali dengan mudah. Gejala alergi susu sapi yang sering muncul adalah si kecil menjadi rewel sambil memegang bagian perut, muntah, perutnya mengeras dan kembung, mencret atau sembelit, serta batuk-batuk.

Ciri lain yang juga bisa dikenali adalah kulit si kecil ruam, munculnya bekas luka garukan, bengkak, hingga eksim. Selain itu si kecil yang alergi akan berkali-kali mengusap bagian hidung karena gatal, matanya berair, dan berat serta tinggi badan si kecil lebih rendah dari standar pada umumnya.

Langkah dan Cara Tes Alergi Susu Sapi pada Bayi

Sumber: freepik.com

Pada bayi, tes yang dilakukan dapat dibagi menjadi dua jenis berbeda. Pertama disebut tes skin prick, dan yang kedua adalah tes darah. Tidak jarang dokter juga akan melakukan wawancara untuk mengetahui dan mengumpulkan data awal yang diperlukan supaya mengetahui bagaimana kondisi si bayi.

Pertanyaan yang sering diajukan sendiri antara lain adalah sejak usia berapa bulan gejala alergi muncul, adakah keluarga yang memiliki riwayat alergi pada susu sapi, apakah alergi tampak pada semua sistem tubuh si kecil (pernapasan, kulit, pencernaan), apakah si kecil konsisten menunjukkan gejala ketika mengkonsumsi produk turunan susu sapi, hingga apakah gejala alergi muncul dengan alergen lainnya.

1. Tes Skin Prick

Tes ini secara harfiah diterjemahkan menjadi tes tusuk kulit. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi zat pemicu alergi sehingga tubuh memberikan reaksi. Untuk melakukan tes ini bayi harus setidaknya berusia 4 bulan, dan sebelumnya tidak boleh meminum obat alergi selama 3 hingga 7 hari.

Dokter akan menandai kulit si kecil di area sisi dalam lengan bawah, atau punggung tangannya. Dokter kemudian akan memberikan tanda berdasarkan jenis alergen yang dites, dengan menggunakan 10 hingga 12 jenis alergen yang akan dipakai. Dalam tes ini, tujuannya tidak hanya mengetahui apa si kecil alergi susu sapi, namun mengetahui secara umum apa saja alergi yang mungkin dimilikinya.

Setelah ditunggu 15 hingga 20 menit, reaksi alergi akan muncul pada tempat yang ditusuk jarum tadi. Dengan begini kamu bisa tahu benar apa yang membuat si kecil mengalami alergi, apakah benar susu sapi atau alergen lainnya.

2. Tes Darah atau Radio Allergo Sorbent Test

Kedua adalah tes darah. Tes ini ditujukan untuk mengetahui jumlah antibodi IgE yang spesifik pada susu sapi. Antibodi ini sendiri letaknya ada di darah si kecil. Menjadi protein penting yang membuat tubuh kebal pada penyakit, jumlah IgE yang dimiliki idealnya adalah sedikit.

Pada tubuh yang alergi susu sapi, jumlahnya akan lebih banyak dihasilkan pada jenis bahan makanan ini.

Secara mendasar tes ini spesifik dilakukan untuk memeriksa adanya alergi susu sapi. Meski demikian, kamu harus pandai mencari fasilitas kesehatan yang dapat menjalankan tes ini, karena jumlah faskes yang mampu melaksanakannya sangat terbatas.

3. Tes Intradermal

Sebagai pembuka, tes ketiga dan keempat ini dapat dilakukan pada balita. Dalam tes ini dokter akan menyuntikkan sedikit larutan alergen susu sapi ke bawah kulit lengan dan ditunggu selama 15 menit. Jika tidak ada reaksi, maka tes alergen dapat dilakukan dengan yang lain. Jika skin prick dilakukan bersamaan, tes intradermal dilakukan satu per satu sebanyak alergen yang ada hingga ditemukan yang tepat.

4. Diet Eliminasi

Diet eliminasi ini adalah tes yang dikerjakan pada balita, yang sebelumnya sudah didiagnosa alergi susu sapi dan menghadapi pantangan konsumsi susu sapi selama berbulan-bulan. Prosesnya berlangsung antara 5 hingga 6 minggu, dan melewati dua tahap utama, yakni tahap eliminasi dan tahap pengenalan ulang. Alih-alih sebagai cara tes alergi susu sapi pada bayi, poin keempat ini lebih berorientasi pada pembiasaan kembali sehingga si kecil bisa mengkonsumsi susu sapi.

Tips Mengatasi Alergi Susu Sapi pada Bayi

Sumber: freepik.com

Dikutip dari sebuah artikel pada situs resmi Kementerian Kesehatan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, setidaknya ada 5 tips untuk mengatasi hal ini.

1. Hindari Produk Susu

Ketika masih dalam fase ASI eksklusif, usahakan tidak mengkonsumsi susu sapi. Protein yang dikonsumsi oleh seorang ibu akan dapat diteruskan melalui ASI ke si kecil, dan memicu terjadinya alergi.

Selalu cek label makanan yang akan dimakan, dan pastikan tidak mengandung susu sapi. Kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter untuk menyikapi hal ini.

2. Konsultasi dengan Dokter

Menyambung poin pertama, konsultasi dengan dokter bisa jadi langkah paling masuk akal. Tanyakan kira-kira susu apa yang bisa menjadi pengganti susu sapi sebagai sumber asupan nutrisi, sehingga kamu bisa mendapatkan rekomendasi yang tepat.

3. Menggantinya dengan Susu Kedelai

Beralih ke susu kedelai bisa menjadi opsi yang diambil. Tapi untuk lebih jelasnya, pastikan kamu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Bukan tidak mungkin si kecil juga mengalami alergi pada susu kedelai, yang justru bisa memperparah keadaan.

4. Nutrisi dari Makanan Lain

Jika si kecil masuk ke fase MPASI, berikan zat besi dari berbagai jenis makanan lainnya. Beberapa penelitian menunjukkan anak yang tidak mengkonsumsi susu cenderung akan kekurangan zat besi. Makanan kaya zat besi lain bisa menjadi tambahan yang diperlukan, seperti brokoli, bayam, tuna, atau telur.

5. Berikan Paparan Sinar Matahari

Agar nutrisi bayi tercukupi walaupun tanpa susu, kamu bisa mengajak si kecil berjemur sekitar 10 sampai 15 menit di pagi hari. Hal ini bisa membantunya mendapatkan manfaat vitamin D secara langsung.

6. Siapkan Obat untuk Pertolongan Pertama

Berbicara pada konteks anak-anak, sebenarnya beberapa obat dapat diberikan. Tapi ingat, akan lebih baik jika obat alergi ini benar-benar direkomendasikan dokter, atau terbukti aman dikonsumsi anak-anak. Pastikan kamu tahu batas usia konsumsi obat alergi agar tidak sampai salah.

Itu tadi beberapa informasi tentang cara tes alergi susu sapi pada bayi. Langkah mengatasinya juga sudah disampaikan, dan yang terpenting selalu pastikan berkonsultasi dengan dokter. Kamu bisa mendapatkan obat untuk berbagai alergi dengan klik di sini, dan langsung diarahkan pada laman pembeliannya. Lakukan kontrol rutin dengan dokter, dan hindari alergen sebagai langkah pencegahannya!