Alergi Susu Sapi, Pengertian, Tanda, dan Cara Menanganinya

  Rabu, 01 November 2023 | 07:09 WIB
   Team Prosix
ep23.1.jpg

Alergi Susu Sapi, Pengertian, Tanda, dan Cara Menanganinya

Sistem kekebalan normalnya melindungi tubuh dari infeksi dan berbagai penyebab penyakit. Pada penderita alergi susu, sistem kekebalan tubuh malah menganggap protein susu sebagai zat yang berbahaya. Akibatnya, tubuh melepaskan histamin dan zat kimia lain yang memicu munculnya gejala alergi susu sapi.

Agar kamu bisa terhindar dari dampak alergi susu sapi. Yuk cari tahu apa saja tanda, pencegahan, dan cara menanganinya.

Tanda Alergi Susu Sapi yang Perlu Diwaspadai

Tingkat keparahan reaksi alergi yang dialami seseorang terhadap susu dapat bervariasi. Meskipun satu reaksi awal cenderung ringan, tetapi reaksi selanjutnya bisa jadi lebih parah dan bahkan mengancam jiwa.

Jadi, hal yang penting untuk memeriksakan seseorang ke rumah sakit jika tanda-tanda alergi susu ia alami. Nah, ini beberapa tanda kamu mengalami alergi susu:

  1. Diare

Diare adalah salah satu ciri utama mengalami alergi susu. Reaksi diare terjadi sangat cepat, bahkan setelah kamu minum susu tersebut. Hal tersebut dikarenakan saluran pencernaan kamu yang tidak dapat menerima bahan gula alami atau senyawa yang dihasilkan oleh susu. Kondisi ini bisa menyebabkan kamu lemah karena kekurangan air.

  1. Napas Berbunyi (Mengi)

Napas berbunyi adalah gejala lain saat seseorang mengalami alergi susu. Napas berbunyi terjadi akibat kamu mengalami kesulitan bernapas akibat. Hal tersebut dikarenakan saluran pernapasan memberikan reaksi alergi yang cepat ketika saluran pernapasan, sehingga dihasilkan banyak lendir yang sebabkan gangguan napas.

  1. Perut Kembung

Ketika terkena alergi susu, biasanya perut juga akan kembung. Seseorang yang tidak dapat menerima zat di dalam susu akan menyebabkan kondisi pencernaan yang tidak nyaman, sehingga membuat perut kembung dan memicu mual atau muntah.

  1. Bintik Merah di Kulit

Ciri-ciri lain ketika kamu mengalami alergi susu, yaitu mengalami bintik merah di kulit. Bintik merah karena alergi susu dapat menyebabkan rasa gatal yang parah, sehingga ruam merahnya seperti menumpuk pada kulit. Gejala ini biasanya terjadi dengan cepat setelah minum susu.

  1. Batuk

Kamu juga bisa batuk jika terkena alergi susu, karena sistem pernapasan sensitif. Hal itu terjadi ketika tubuh menolak zat yang terkandung dalam susu, sehingga batuk akan terjadi. Pada awalnya, kamu mengeluarkan suara serak, sehingga terlihat seperti sangat kesakitan. Kemudian, kamu akan sering batuk apalagi setelah minum susu.

  1. Sakit Ketika Menelan

Ketika seseorang mengidap alergi susu maka biasanya akan mengalami gejala susah menelan. Kondisi ini bisa terjadi karena kamu merasa sakit dan sesak di bagian tenggorokan. Saluran pernapasan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kandungan dalam susu. Alergi susu juga dapat menyebabkan pembengkakan pada area tenggorokan dan lidah.

  1. Bengkak pada Wajah

Kamu yang mengidap alergi susu juga bisa mengalami bengkak pada wajah, khususnya pada bibir. Beberapa orang bahkan dapat terkena kondisi yang mengerikan seperti syok anafilaktik karena alergi susu. Anafilaksis adalah salah satu dampak alergi yang dapat menyebabkan kematian pada kamu. Gejala dari anafilaksis yaitu wajah kamu menjadi bengkak, merah, dan menangis karena sulit bernapas. Jika kamu terlihat mengalami gejala ini, segera hubungi dokter seseorang untuk mendapatkan penanganan medis.

  1. Mata Memerah

Waspada jika kamu mengalami pembengkakan dan kemerahan pada mata setelah mengkonsumsi susu sapi. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya reaksi alergi pada tubuh.

  1. Muntah

Muntah yang terjadi sesaat setelah mengkonsumsi susu sapi juga perlu diwaspadai. Kondisi ini bisa menjadi tanda lain dari kondisi alergi susu.

Itulah beberapa gejala yang dapat langsung dialami seseorang ketika mengkonsumsi susu sapi. Namun, tidak hanya itu, gejala juga dapat dialami dalam waktu beberapa lama setelah seseorang mengonsumsi susu sapi. Misalnya, munculnya darah pada feses, kram perut, mata dan hidung yang berair, hingga kolik. Untuk itu, sangat penting bagi ibu untuk memperhatikan kondisi seseorang setiap saat.

Cara Menangani Alergi Susu Sapi Ketika Dewasa

Jika kamu mengalami reaksi alergi susu setelah dewasa, cobalah untuk segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis. Alergi susu biasanya didiagnosa melalui pemeriksaan fisik, tes darah, dan tes kulit. Setelah diagnosis ditetapkan, ini penanganan alergi susu saat dewasa yang bisa dilakukan:

  1. Hindari konsumsi susu dan produk olahannya (seperti susu sapi asli, mentega, suplemen whey, yoghurt, puding, es krim, dan keju). Kamu juga perlu menanyakan dokter terkait makanan atau minuman apa saja yang baik untuk dikonsumsi.
  2. Konsumsi obat, seperti obat antihistamin. Obat ini berguna untuk meredakan gejala dari reaksi alergi dan mengurangi ketidaknyamanan saat muncul gejala.
  3. Suntik adrenalin jika mengalami syok anafilaksis. Pada kasus yang lebih parah, pengidap alergi susu dengan syok anafilaksis perlu menjalani perawatan di rumah sakit untuk berjaga-jaga jika terjadi reaksi alergi susulan.

Pencegahan Alergi Susu Sapi

Pencegahan alergi susu adalah dengan menghindari susu sapi dan berbagai produk olahannya, seperti mentega, yoghurt, keju, coklat, dan es krim. Di samping itu, lakukan hal-hal berikut ini untuk mencegah munculnya reaksi alergi susu:

  • Baca label produk kemasan sebelum membeli makanan atau minuman
  • Bawa makanan atau bekal dari rumah agar lebih aman dikonsumsi
  • Jika membeli makanan, beritahu penjual atau juru masak untuk tidak menambahkan produk yang mengandung susu pada makanan
  • Hindari penggunaan alat masak atau alat makan yang sama dengan orang lain
  • Beri tahu keluarga atau teman bila kamu memiliki alergi susu sehingga mereka bisa membantu mencegahnya
  • Sediakanobat anti alergidi kotak P3K sebagai langkah antisipasi awal, begitu gejala alergi terjadi.

Ingat! Penanganan alergi susu sapi yang cepat dan tepat dapat menyelamatkan nyawa seseorang dari dampak alergi yang berbahaya. Jadi selalu waspada dan miliki persediaan penanganan untuk anti alergi di rumah.